“Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi” Tempat Memohon Kesehatan dan Keturunan

mengwi.desa.id Kisah perjalanan Dang Hyang Nirartha ke Tanah Bali pada abad ke-14 meninggalkan jejak hampir di seluruh Bali, peninggalan ini berupa pura yang hingga saat ini tetap disusung oleh umat hindu Bali dengan beragam fungsi dan keunikan tersendiri dari pura tersebut. Salah satu jejak Dang Hyang Nirartha di Desa Mengwi adalah Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi.  Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi merupakan tempat stana Ida Bhatara memuja Ida Sang Hyang Widhi oleh keturunan Ida Bhatara Dhang Hyang Nirartha dan Ida Bhatara Dang Hyang Dwijendra. Pura ini terletak di Banjar Alengkajeng, Desa Adat Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Lokasi Pura Taman Sari ( sumber : maps.google.com )
        Secara lebih terperinci seperti yang terlihat pada peta, Pura Dang Kahyangan Taman Sari terletak di Jalan Gunung Batur, Banjar Alangkajeng, Desa Mengwi (Sebelah Selatan Pura Taman Ayun/ Jalan Ayodya). Pura Taman Sari ini berbatasan dengan rumah penduduk di bagian Utara & Selatan, dan Sungai Taman Ayun di bagian Timur, sedangkan bagian barat pura ini adalah akses jalan.

       Dalam kitab nomor Vd 273/4 disebutkan pura ini sudah ada sejak tahun Saka 1411 (tahun 1489 M) dan keberadaannya tidak terlepas dari perjalanan suci Dang Hyang Nirartha ke Bali. Setelah sempat tinggal di Desa Mundeh, Dang Hyang Nirartha disebutkan melanjutkan perjalanan sucinya ke arah selatan. Hingga akhirnya bertemu dengan satu karang yang di sampingnya terdapat Wulakan (mata air) yang sangat sejuk dan rindang serta di samping wulakan  tersebut ditumbuhi oleh taman bunga yang wanginya memenuhi hidung. Karena tempatnya sejuk dan rindang, akhirnya Dang Hyang Nirartha disebutkan melakukan Yoga Samadhi yang diiringi oleh puja puji dengan japa Mantra utama kepada Sang Pencipta.  Setelah melakukan yoga Semadhi, akhirnya Dang Hyang Nirartha menamakan tempatnya beryoga Semadhi tersebut dengan nama Pura Taman Sari, dan Pura Wulakan untuk Wulakan atau sumber mata air yang ditemukan pada awal beliau mengunjungi tempat ini.

Foto Jero Mangku Nyoman

         Pura Wulakan ini saat ini berfungsi sebagai tempat pesucian memuja Ida Sang Hyang Widhi oleh keturunan Ida bhatara Dhang Hyang Nirartha dan Ida bhatara Dang Hyang Dwijendra ketika piodalan. Saat ini selain berfungsi sebagai tempat pesucian Ida Bhatara, Pura Wulakan ini juga menjadi tempat melukat bagi umat Hindu dan juga menjadi tempat memohon kesembuhan bagi umat yang sedang sakit, khususnya untuk penyakit non medis. Pengelukatan yang dilakukan di Pura Wulakan ini menggunakan tirta yang bersumber dari wulakan atau mata air yang ada di bawah pohon beringin yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.

         Selain untuk memohon kesehatan, khususnya untuk penyakit non medis, Pura Wulakan ini juga didatangi umat untuk memohon keturunan. Banyak umat yang datang ke pura ini untuk melukat dan memohon keturunan, dari yang datang sudah terbukti pasangan tersebut bisa hamil dan punya keturunan. Untuk melukat di Pura Wulakan ini,  umat yang ingin melukat cukup membawa banten pejati alit sebagai sarana melukat. Pengelukatan di pura ini dilakukan di jaba sisi pura wulakan atau areal terluar dari Pura Wulakan. Setelah melakukan pengelukatan, selanjutnya umat bisa melakukan persembahyangan di Pura Taman Sari yang berlokasi di atas Pura Wulakan.

Tentang Pura Dang Kahyangan Taman Sari

1.     Diempon oleh krama Banjar Alangkajeng, Desa Adat Mengwi

2.     Pura ke 9 dari kisah perjalanan Ida Bhatara Dhang Hyang Nirartha

3.     Piodalan pada Purnama Kapat (purnama bulan oktober).

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan