“Patung Bima Sakti” Simbol Kejayaan Kerajaan Mengwi di Masa Lampau

mengwi.desa.id Kerajaan Mengwi yang baru berdiri tampak kemegahannya setelah Raja Mengwi mendirikan sebuah pura besar yang bernama Pura Taman Ayun. Pura ini terletak di sebelah timur keraton Kawyapura, yang menjadi tempat pemujaan bagi seluruh rakyat di kerajaan itu. Pendirian kerajaan itu diperkirakan pada awal abad ke-17 dan memegang peranan penting di Bali. Bima Sakti adalah gelar lain yang diberikan kepada Raja Mengwi pada abad ke 17 yang juga bergelar Ida Cokorda Sakti Blambangan.

Potret Kerajaan Mengwi pada masa lampau

 

            Gelar Bima Sakti diberikan kepada Raja Mengwi setelah terjadinya pertempuran melawan pasukan laskar Buleleng yang terjadi di Den Bukit Buleleng. Perang ini dipicu oleh putera I Gusti Ngurah Panji Sakti yang bernama I Gusti Panji Wayahan, yang merabas hutan batukaru, kekuasaan kawyapura. Dengan kesaktian, kegagahan dan kehebatannya, beliau bersandar di pohon dapdap kemudian diserang dan direbut oleh pasukan laskar buleleng lalu ditebas, dan ditembak. Namun apa yang terjadi, pohon dapdap wong hancur dan beliau tidak sedikit pun terluka. Karena itulah beliau dijuluki Bima Sakti.

          I Gusti Panji Sakti pun mengakui kesaktian dan kemampuan Raja Mengwi , lalu menyerahkan Blambangan dan Jembrana kepada Raja Mengwi. Sebagai tanda persahabatan beliau juga menyerahkan putrinya yang bernama I Gusti Ayu Panji. Penyerahan daerah kekuasan itu oleh I Gusti Panji Sakti, diperkirakan pada tahun 1717. Pada masa itulah kerajaan Mengwi mencapai puncak kebesarannya, dan disegani oleh seluruh kerajaan yang ada di Pulau Bali sampai wilayah Blambangan Jawa Timur.  Demikianlah semakin bertambah  keagungan dan kebesaran I Gusti Agung Putu, ketika diangkat menjadi Raja I Kawyapura, beliau diberi gelar I Gusti Agung Made Agung Bima Sakti, atau Cokorda Sakti Blambangan gelar lainnya. Beliau sangat sakti (mangueng), dari kata mangueng menjadi Mengwi.

Potret Patung Bima Sakti

         Perwujudan sosok Raja Mengwi yang penuh welas asih, bijaksana dan sakti mandraguna sangat dicintai oleh rakyatnya. Sebagai kehormatan dan rasa bakti rakyat atas kebesaran nama beliau maka di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi dibangunlah patung Bima Sakti yang sekaligus juga sebagai simbol kejayaan Kerajaan Mengwi.  Patung Bima Sakti ini dibangun dengan sangat kokoh tepat di titik 0 wilayah Kecamatan Mengwi. Patung ini dilengkapi dengan atribut beliau yaitu sebuah Gada.

         Karena terletak di titik 0 wilayah Kecamatan Mengwi, patung ini juga menjadi daya tarik wisata pendukung Pura Taman Ayun. Di seputaran patung ini berdiri telah dibuatkan sebuah taman yang telah ditata dengan sangat rapi sebagai tempat rekreasi ataupun berkumpul oleh warga masyarakat di seputaran Mengwi. Tidak hanya itu saja, tidak sedikit pula warga maupun tamu yang mengabadikan moment atau berfoto ria di Patung Bima Sakti ini.

Lomba Baleganjur dengan judul “Bima Sakti”

           Dan yang tidak kalah pentingnya, kisah Bima Sakti ini diangkat dan dijadikan fragmen Tari Baleganjur oleh Sanggar Seni Baturenggong pada tahun 2016. Di tahun 2016 Baleganjur tersebut memperoleh juara 1 tingkat Kecamatan Mengwi dan memperoleh kesempatan untuk mewakili Kecamatan Mengwi di tingkat Kabupaten Badung. Dan pada tingkat Kabupaten Badung Komunitas Sanggar Seni Baturenggong ini kembali memperoleh juara 1 dan diberi kesempatan untuk mewakili Badung di Tingkat Provinsi Bali dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) yang dilaksanakan di Art Center.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan