13 Orang Terjaring Dalam Sidak Penduduk Pendatang

mengwi.desa.id Dalam rangka penertiban penduduk pendatang, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung  menyelenggarakan penertiban dan pembinaan penduduk pendatang di wilayah Desa Mengwi melalui insfeksi mendadak (SIDAK) pada hari Kamis, 30 November 2017 mulai jam 19.00 wita sampai selesai. Tim SIDAK Kependudukan terdiri dari : unsur Linmas Desa Mengwi, unsur Babinkamtibnas 1 orang, Babinsa setempat 1 orang, dan perangkat Desa Mengwi termasuk bapak perbekel Desa Mengwi, bapak sekdes, staf desa lainnya dan kelian dari 11 Banjar yang ada di Desa Mengwi. Tim sebelum melaksanakan tugas SIDAK kerumah penduduk didahului dengan arahan oleh Bapak Perbekel Mengwi di Ruang Pertemuan Kantor Desa Mengwi.

        Bapak Perbekel Mengwi I Ketut Umbara SH,MH menyampaikan kepada tim SIDAK agar secara sigap melaksanakan SIDAK penduduk pendatang untuk mendata kelengkapan administrasi baik itu Kartu Identitas Penduduk Sementara (KIPS) dan KTP. “Demi terwujudnya ketertiban administrasi penduduk pendatang dan juga kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan secara rutin demi terwujudnya keamanan wilayah  Desa Mengwi”.  Para penduduk pendatang juga diharapkan untuk wajib lapor ke kelian dinas di banjar masing-masing 1 x 24 jam.

Pengarahan dari Bapak Perbekel Mengwi

       Setelah mendapat pengarahan dari Bapak Perbekel Mengwi Tim SIDAK pun langsung membagi diri untuk melakukan SIDAK ke rumah-rumah penduduk di 11 banjar yang ada di Desa Mengwi. Dari hasil SIDAK yang dilaksanakan kurang lebih selama 3 jam tersebut, telah terjaring 13 orang penduduk pendatang yang teridiri dari 6 laki laki dan 7 perempuan yang belum lengkap administrasi. 13 orang yang telah terjaring ini kemudian diajak ke kantor desa untuk didata dan diberi pembinaan. Berikut daftar nama penduduk pendatang yang terjaring SIDAK :

Daftar nama penduduk pendatang yang terjaring SIDAK

             Penduduk pendatang yang tidak lengkap administrasi tersebut kemudian diberikan pembinaan oleh Tim SIDAK agar segera melengkapi administrasi kependudukannya. Penduduk pendatang diwajibkan untuk melaporkan diri ke kelian dinas terlebih dahulu, kemudian melalui kelian dinas akan dibuatkan Kartu Identitas Penduduk Sementara (KIPS) di kantor desa. Persyaratannya tidak begitu sulit, penduduk pendatang hanya perlu mengumpulkan KTP asli dan pas foto 2 x 3 sebanyak 2 lembar. Kartu Identitas Penduduk Sementara (KIPS) ini hanya berlaku 3 bulan dan harus diperpanjang lagi. Sesuai dengan adanya UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, untuk pendataan administrasi kependudukan ini tidak dipunguti biaya.

Pembinaan penduduk pendatang yang tidak lengkap administrasi

          Sidak penduduk pendatang ini tidak lain tujuannya juga untuk meningkatkan pengawasan sehingga semua masyarakat, baik masyarakat setempat maupun pendatang merasa aman. Jangan sampai kelemahan aparat digunakan hal negatif seperti aksi terorisme dan kejahatan lainnya. Penertiban ini juga sebagai salah satu langkah untuk mencegah peluang terjadinya kriminalitas yang belakangan ini marak terjadi di kota-kota besar. Selain SIDAK ini, pemerintah Desa Mengwi juga rutin melakukan patroli setiap hari sabtu keliling desa dengan melibatkan anggota Linmas dan Pecalang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan