Pembinaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Pola Asuh Anak dan Three Ends Desa Mengwi 2017

Pembinaan Kemasyarakatan Desa Mengwi

mengwi.desa.id Untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, Pemerintah Desa Mengwi melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Badung melaksanakan pembinaan. Dengan tema “peningkatan pengetahuan tentang pola asuh anak dan three ends Desa Mengwi 2017″. Pembinaan terlaksana selama 2 hari dari tanggal 12-13 Desember 2017 bertempat di Ruang Kertagosa, Desa Mengwi. Sasaran dari pembinaan ini yaitu para Kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kader Posyandu Lansia, Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Kader Lingkungan Bersih Sehat (LBS).

Pembinaan peningkatan pengetahuan tentang pola asuh anak dan three ends ini telah dibuka secara resmi oleh Bapak Perbekel Mengwi. Di dalam pembinaan ini terdapat 2 pembicara yang memberikan materi. Pembicara pertama I Made Suraada,S.H.,M.Si selaku kepala bidang perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak dengan materi perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta Three Ends. Pembicara kedua I Kadek Prastikanala selaku seksi kualitas hidup perempuan dan keluarga dengan materi pola asuh anak.

Pembukaan oleh Bapak Perbekel Mengwi

Bapak Perbekel Mengwi mengatakan terdapat 223 kader di Desa Mengwi yang mengikuti pembinaan ini dan berharap semoga acara pembinaan ini bermanfaat. “Saya berharap ibu-ibu para kader untuk mengikuti pembinaan ini dengan baik dan semoga pembinaan ini dapat bermanfaat untuk mengurangi kasus kekerasan pada ibu dan anak di Desa Mengwi” harap Bapak Perbekel. Beliau juga menambahkan kegiatan ini merupakan program pembinaan kemasyarakatan Desa Mengwi.

Penyampaian Materi oleh Pembicara Pertama

Pembicara Bapak I Made Suraada menekankan kalau pembinaan ini merupakan wadah untuk perempuan agar lebih paham kesetaraan gender, dan tidak boleh dilakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Pembinaan ini didasarkan untuk mencegah sejak dini terjadinya masalah sosial seperti pelecehan seksual pada anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya. Dalam pembinaan ini beliau sekaligus memaparkan materi tentang Three Ends.

Penyampaian Materi oleh Pembicara Kedua

Bapak I Kadek Prastikanala menerangkan pola asuh anak itu berbeda setiap anaknya, berbeda tiap bulannya, sehingga ia sering mensosialisasikan kepada ibu-ibu untuk mengajarkan balitanya sesuai umurnya. Dengan demikian perkembangan balita tersebut dapat maksimal baik fisik dan mentalnya. “Untuk pola asuh yang digunakan di masyarakat menurut saya bisa dibagi menjadi 4 jenis, yaitu pola asuh otoriter, permisif, demokratis dan pola asuh tidak peduli,” terangnya. Dirinya juga menerangkan jika ibu-ibu yang memiliki balita dan mengikuti bina keluarga berarti ibu tersebut tidak akan salah dalam pola asuh anak balitanya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan