Menanamkan Nilai Tri Hita Karana Generasi Muda Mengwi Melalui Pasraman Kilat

Pasraman Kilat Desa Mengwi

mengwi.desa.id Dalam mengisi waktu liburan panjang sekolah, Pemerintah Desa Mengwi melaksanakan pasraman kilat bagi siswa SD dan SMP se-Desa Mengwi. Dengan tema “Melalui Pasraman Kilat, Kita Tanamkan Nilai-Nilai Tri Hita Karana Pada Generasi Muda Hindu di Desa Mengwi”. Pasraman kilat ini terselenggara 1 (satu) hari pada Minggu, (17/12/2017) di Wantilan Pura Dalem Mengwi. Dengan dihadiri oleh tim penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Mengwi, Kelian Bendesa Adat Mengwi, Perbekel Mengwi, Ketua BPD, LPM, staf desa, kelian banjar adat dan dinas, serati banten dan siswa SD, SMP se-Desa Mengwi.

Sembahyang Bersama di Pura Dalem Mengwi

Sebelum acara pasraman dimulai, seluruh panitia maupun peserta melaksanakan persembahyangan terlebih dahulu di Pura Dalem. Pasraman kilat ini dibuka secara resmi oleh Perbekel Mengwi, I Ketut Umbara SH,MH. Dalam sambutannya beliau mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk memperkuat pendidikan karakter dan menguatkan religius siswa agar paham akan Tri Hita Karana. “Mengingat di era globalisasi seperti sekarang ini, dimana anak-anak dihadapkan oleh berbagai dilema yang mengarah pada degradasi moral seperti kenakalan remaja, miras dan narkoba. Maka dari itu perlu ditanamkan sejak dini nilai Tri Hita Karana tersebut” ungkap beliau.

Selain itu tujuan kedua dilaksanakannya pasraman ini yaitu untuk melestarikan budaya yang ada di Bali, serta melatih kemandirian anak-anak dalam membuat sarana persembahyangan. “Melalui pasraman kilat ini, kami berharap anak-anak mampu mandiri khususnya dalam ruang lingkup kecil yaitu anak-anak dapat membuat canang sari dan kewangen sendiri, agar saat purnama atau tilem mereka dapat menyiapkan sarana persembahyangan sendiri” ujar bapak perbekel.

Dalam kegiatan pasraman ini anak-anak SD khususnya yang putri diajarkan membuat canang sari, kewangen dan ceniga, yang putra diajarkan ngulat klangsah. Anak-anak SMP putri diajarkan untuk membuat jajan samuh (jajan suci Bali), yang putra diajarkan untuk membuat pancak. Dan khusus anak-anak SMP putra dan putri diajarkan juga untuk nyurat lontar.

Anak-anak SMP Belajar Membuat Jajan Samuh Didampingi Serati Banten

Dalam pasraman ini Pemerintah Desa Mengwi bekerjasama dengan tim penyuluh bahasa bali Kecamatan Mengwi dan serati banten Desa Mengwi yang memang sudah berkompeten di bidangnya. “Melalui pasraman ini mengajarkan kita untuk tetap melestarikan budaya bali dengan menularkannya kepada generasi penerus bangsa ini, agar nanti saat ada upacara keagamaan tidak selalu membeli saja tetapi generasi muda bisa membuat sendiri sarana dan prasarana upacara tersebut” ujar salah satu serati banten di sela-sela kegiatan pasraman.

Foto : Ida Bagus Purnayasa
Liputan : Ni Luh Putu Elik Lestari
Editor : Ni Putu Gita Rahayu

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan