Sosialisasi Bank Sampah “Yoga Mesari Mengwi”

Sosialisasi bank sampah oleh pengurus TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), didampingi Bapak Perbekel Mengwi.

mengwi.desa.id Kamis, (28/12/2017) bertempat di Balai Banjar Gambang, Pemerintah Desa Mengwi mengadakan sosialisasi tentang bank sampah. Dengan pembicara Putu Puspawati,SE selaku pengurus TPST (Tempat Pengelohan Sampah Terpadu) didampingi Bapak Perbekel Mengwi, pengurus koperasi taman ayu sari sedana, serta kelian adat dan dinas Banjar Gambang, Desa Mengwi. Peserta sosialisasi yaitu ibu-ibu PKK, kelian tempekan Banjar Gambang beserta masyarakat lainnya.

Peserta sosialisasi bank sampah

Salah satu program inovatif dari Pemerintah Desa Mengwi adalah terbentuknya TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). TPST ini merupakan salah satu cabang dari adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes ) sesuai dengan Peraturan Desa Mengwi Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Yoga Mesari” Desa Mengwi. Melalui TPST ini Pemerintah terus berinovasi dengan membuka Bank Sampah “Yoga Mesari Mengwi”. Bank sampah ini merupakan usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang memanfaatkan kembali sampah non organik.

Daftar harga bank sampah

 

Bank sampah ini juga merupakan suatu media pembelajaran atau pendidikan tata kelola persampahan untuk penyelamatan dan pelestarian lingkungan. Adapun jenis sampah yang bisa ditabung seperti : plastik-plastik, besi-besi, kertas (koran, buku, majalah), kardus, zenk, aluminium, tembaga dan barang bekas (TV, Radio, Telepon, dll.) Cara menabung di bank sampah ini sangat mudah yaitu dengan menyetorkan sampah tersebut ke bank sampah kemudian sampah tersebut akan ditimbang, dipisah sesuai dengan jenis, berat dan ukurannya untuk selanjutnya akan ditaksir sesuai dengan tabel harga yang berlaku. Harga ini sewaktu-waktu dapat berubah.

 

Bapak Perbekel Mengwi I Ketut Umbara,SH menyampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat aktif mengumpulkan sampah maupun barang-barang bekas yang ada di rumah untuk ditabung di bank sampah.  Mengingat saat ini sangat sulit untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat karena permasalahan utamanya adalah sampah. “Untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, saya harap bapak/ibu dapat memilah sampah-sampah yang ada agar bisa diolah kembali menjadi barang ekonomis dengan cara membawanya ke bank sampah. Jadi sampah=uang, jangan dibuang, kumpulkan, mari tabung di Bank Sampah” ungkap beliau.

 

Liputan : Ni Putu Gita Rahayu

 

 

 

1 Comment

Tinggalkan Balasan