Sosialisasi Bank Sampah “Yoga Mesari Mengwi” di Banjar Lebah Pangkung

Sosialisasi bank sampah oleh pengelola BumDes didampingi Bapak Perbekel Mengwi

mengwi.desa.id Pemerintah Desa Mengwi bersama pengelola BumDes (Badan Usaha Milik Desa) terus mengadakan sosialisasi  bank sampah ke banjar-banjar yang ada di Desa Mengwi. Pada Minggu, (21/01/2018) bertempat di Balai Banjar Lebah Pangkung diadakan sosialisasi bank sampah yang ke-7. Dengan pembicara I Nyoman Suarjana selaku pengurus BumDes didampingi Bapak Perbekel Mengwi, dan pengurus koperasi taman ayu sari sedana. Peserta sosialisasi yaitu ibu-ibu PKK dari Banjar Lebah Pangkung.

Peserta sosialisasi bank sampah banjar lebah pangkung

I Nyoman Suarjana selaku pengurus BumDes mengatakan melalui TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) pemerintah desa terus melakukan inovasi dengan membuka Bank Sampah “Yoga Mesari Mengwi”. “Bank sampah ini merupakan usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang memanfaatkan kembali sampah non organik. Dengan prinsip sampah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat” tutur beliau.

Dalam sosialisasi tersebut beliau juga menambahkan, “bank sampah ini juga merupakan suatu media pembelajaran atau pendidikan tata kelola persampahan untuk penyelamatan dan pelestarian lingkungan” tandas beliau. Adapun jenis sampah yang bisa ditabung seperti : plastik-plastik, besi-besi, kertas (koran, buku, majalah), kardus, zenk, aluminium, tembaga dan barang bekas (TV, Radio, Telepon, dll.)

Pembagian brosur dan tabel harga bank sampah

Cara menabung di bank sampah ini sangat mudah yaitu dengan menyetorkan sampah tersebut ke bank sampah kemudian sampah tersebut akan ditimbang, dipisah sesuai dengan jenis, berat dan ukurannya. Untuk selanjutnya akan ditaksir sesuai dengan tabel harga yang berlaku. Dan tabel harga sudah terdapat langsung di dalam brosur yang sudah dibagikan.

Di sela-sela sosialisasi Bapak Perbekel Mengwi I Ketut Umbara menuturkan, “kepada seluruh masyarakat agar aktif mengumpulkan sampah maupun barang-barang bekas yang ada di rumah untuk ditabung di bank sampah. Mengingat saat ini sangat sulit untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat karena permasalahan utamanya adalah sampah”.

Dan beliau juga berpesan agar masyarakat menyebarluaskan informasi bank sampah ini ke masyarakat Desa Mengwi lainnya. “Nanti saat HUT Desa Mengwi akan saya beri reward/penghargaan kepada masyarakat yang rajin menabung di bank sampah” tutur bapak perbekel.

Foto dan Liputan : Ni Putu Gita Rahayu

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan