Warung Ayu, Warung Gorengan Nak Bali

Mendengar kata nama gorengan, mungkin terlintas di benak kita penjualnya adalah orang dari luar Bali. Camilan ini bisa dibilang paling di cari, apalagi di sore hari. Selain untuk dinikmati, banyak juga memakaimya untuk oleh-oleh yang murah dan elegan.

Seiring perkembangan jaman, pelaku bisnis gorengan juga ditekuni oleh orang Bali. Salah satu orang Bali yang menekuni bisnis gorengan di Desa Mengwi adalah Warung Ayu (WA) Gorengan Nak Bali. Bertempat di sebelah barat Pasar Adat Desa Mengwi, warung ini mulai buka pada akhir Tahun 2017.

Sang pemilik yaitu I Made Susantika (dek Ogen) mengatakan “Warung Ayu Buka dari pukul 15.00 Wita – habis dan sudah berjalan 1 tahun lebih. Awalnya ada salah satu tetangga saya meminta saya beserta istri untuk membuat gorengan untuk warung bilyardnya. Setiap menaruh habis, sehingga harus bolak balik rumah untuk melayani permintaan di warung tersebut. Karena jarak ke bilyard tersebut jauh, saya mengambil inisiatif memanfaatkan warung yang tidak terpakai di belakang rumah saya dan dekat juga dengan warung yang sering order gorengan. Semenjak itu saya sampai sekarang saya berjualan disana”ujarnya.

Sama seperti penjual Gorengan pada umumnya WA juga menjajakan jenis gorengan seperti Tahu isi, tempe goreng, ote-ote , godoh nagka/sela/tapé dan pulung-pulung ubi.

“Belum terpikirkan menu khas untuk warung saya untuk menjadi daya tarik. Akan tetapi untik rasa dan kualitas saya berani jamin. Untuk minyak selalu saya ganti tergantung berapa banyak gorengan yang sudah di gunakan. Untuk minyak sehari habis 4-6 liter”, ujar Ogen.

Dalam berdagang tentunya selalu ada resiko yang kita hadapi seperti kerugian. Ogen menuturkan suka dukanya menjual gorengan “karena saya punya pekerjaan pokok sebagai tenaga kebersihan Desa Mengwi, untuk bahan dagangan disiapkan oleh istri saya seorang diri mulai pukul 11.00 Wita. Untuk masalah rugi itu sudah biasa bagi saya, karena ada saatnya sepi pembeli”.

“Apalagi kalau ada hujan yang tiba-tiba turun. Selain pembeli sepi, saat hujan juga warung kami bocor, karena belum sempat diperbaiki. Untuk rata-rata omset kami perhari sebelum-sebelumnya sekitar 150 ribu bersihnya”imbuhnya. (Kim12/akz)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan